Al-Mulk · 6
67:6

وَلِلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ ۖ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ

Dan bagi orang-orang yang kufur ingkar terhadap Tuhan mereka, disediakan azab neraka Jahannam, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.— Terjemahan Basmeih

00:00Alafasy
⚠️ Draf AI — belum disahkan ustaz. Sila semak sebelum diamalkan sepenuhnya.
📖Makna ringkas1

Ayat ini menyatakan bahwa orang-orang yang mengingkari Allah akan mendapat azab neraka Jahannam, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali bagi mereka. Ini adalah ancaman tegas terhadap mereka yang menolak keesaan dan keagungan Allah.

🔗Munasabah3

Ayat ini adalah kelanjutan dari ayat 5 yang menceritakan tentang penciptaan langit berlapis tujuh. Kontras ditunjukkan antara keindahan ciptaan Allah (bagi yang beriman) dan azab yang menanti orang-orang kafir. Tema surah Mulk berkisar pada kekuasaan Allah dan konsekuensi kufur.

📚Tafsir Ulama4

Ibn Kathir menjelaskan bahwa 'seburuk-buruk tempat kembali' bermaksud seburuk-buruk akibat dan tempat berakhir. Beliau menekankan bahwa Allah tidak akan mengazab seseorang melainkan setelah hujjah (bukti) telah ditegakkan melalui pengutusan rasul, sebagaimana firman Allah dalam Surah al-Isra' ayat 15. Orang-orang kafir akan menyesal dan berkata: 'Sekiranya kami mendengar atau berakal, niscaya kami tidak akan termasuk penghuni api yang menyala-nyala' (Surah al-Mulk ayat 10). Al-Jalalayn juga menyebut ayat ini sebagai ancaman mutlak bagi orang-orang yang mengingkari Tuhan mereka.

💜Tadabbur — renungan hati5

Allah memberitahu kita bahwa kufur (mengingkari) kepada Allah membawa konsekuensi paling berat—azab Jahannam yang kekal. Ini bukan hanya ancaman, tetapi peringatan kasih sayang dari Allah agar kita menjaga iman dan tauhid. Renungkan: apakah aku telah benar-benar beriman kepada Allah dengan hati, atau sekadar mengikut tradisi? Apakah ada keraguan dalam tauhidku yang perlu diperbaiki? Azab neraka adalah realiti yang menanti mereka yang mati dalam kufur, maka janganlah kita bersikap remeh terhadap iman.

Amal hari ini
  • Perkuat tauhid dengan membaca dan merenungi ayat-ayat tentang keesaan Allah setiap hari,- Ajarkan anak-anak dan keluarga tentang pentingnya beriman kepada Allah dengan penuh kesadaran, bukan sekadar ikutan,- Minta ampun kepada Allah jika ada keraguan atau kelalaian dalam iman, dan istiqamah dalam ketaatan
🔖Sandaran
Tafsir Ibn Kathir - Surah al-Mulk ayat 6Tafsir al-Jalalayn - Surah al-Mulk ayat 6Surah al-Isra' ayat 15 (rujukan Ibn Kathir tentang hujjah sebelum azab)Surah al-Mulk ayat 10 (rujukan penyesalan orang kafir)
✍️Nota peribadi

Masuk untuk tulis nota pada ayat ini.

📚Rujukan kitab tafsir (sumber)
Lihat teks asal (Arab)

قَوْلُهُ تَعَالَى: ﴿وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّماءَ الدُّنْيا بِمَصابِيحَ﴾ جَمْعُ مِصْبَاحٍ وَهُوَ السِّرَاجُ. وَتُسَمَّى الْكَوَاكِبُ مَصَابِيحَ لِإِضَاءَتِهَا. (وَجَعَلْناها رُجُوماً) أي جعلنا شهبها، فحذف المضاف. دَلِيلُهُ إِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهابٌ ثاقِبٌ [[راجع ج ١٥ ص (٦٦)]] [الصافات: ١٠]. وَعَلَى هَذَا فَالْمَصَابِيحُ لَا تَزُولُ وَلَا يُرْجَمُ بِهَا. وَقِيلَ: إِنَّ الضَّمِيرَ رَاجِعٌ إِلَى الْمَصَابِيحِ عَلَى أَنَّ الرَّجْمَ مِنْ أَنْفُسِ الْكَوَاكِبِ، وَلَا يسقط الكوكب نفسه إنما ينفصل منه شي يُرْجَمُ بِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ ضَوْءُهُ وَلَا صُورَتُهُ. قَالَهُ أَبُو عَلِيٍّ جَوَابًا لِمَنْ قَالَ: كَيْفَ تَكُونُ زِينَةً وَهِيَ رُجُومٌ لَا تَبْقَى. قَالَ الْمَهْدَوِيُّ: وَهَذَا عَلَى أَنْ يَكُونَ الِاسْتِرَاقُ مِنْ مَوْضِعِ الْكَوَاكِبِ. وَالتَّقْدِيرُ الْأَوَّلُ عَلَى أَنْ يَكُونَ الِاسْتِرَاقُ مِنَ الْهَوَى الَّذِي هُوَ دُونَ مَوْضِعِ الْكَوَاكِبِ. الْقُشَيْرِيُّ: وَأَمْثَلُ مِنْ قَوْلِ أَبِي عَلِيٍّ أَنْ نَقُولَ: هِيَ زِينَةٌ قَبْلَ أَنْ يُرْجَمَ بِهَا الشَّيَاطِينُ. وَالرُّجُومُ جَمْعُ رَجْمٍ، وَهُوَ مَصْدَرٌ سُمِّيَ بِهِ مَا يُرْجَمُ بِهِ. قَالَ قَتَادَةُ: خَلَقَ اللَّهُ تَعَالَى النُّجُومَ لِثَلَاثٍ: زِينَةً لِلسَّمَاءِ، وَرُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ، وَعَلَامَاتٍ يُهْتَدَى بِهَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَالْأَوْقَاتِ. فَمَنْ تَأَوَّلَ فِيهَا غَيْرَ ذَلِكَ فَقَدْ تَكَلَّفَ مَا لَا عِلْمَ لَهُ بِهِ، وَتَعَدَّى وَظَلَمَ. وَقَالَ مُحَمَّدُ بْنُ كَعْبٍ: وَاللَّهِ مَا لِأَحَدٍ مِنْ أَهْلِ الْأَرْضِ فِي السَّمَاءِ نَجْمٌ، وَلَكِنَّهُمْ يَتَّخِذُونَ الْكِهَانَةَ سَبِيلًا» وَيَتَّخِذُونَ النُّجُومَ عِلَّةً. (وَأَعْتَدْنا لَهُمْ عَذابَ السَّعِيرِ) أَيْ أَعْتَدْنَا لِلشَّيَاطِينِ أَشَدَّ الْحَرِيقِ، يُقَالُ: سُعِرَتِ النَّارُ فَهِيَ مَسْعُورَةٌ وَسَعِيرٌ، مِثْلَ مَقْتُولَةٍ وَقَتِيلٍ. (وَلِلَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ عَذابُ جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ).