إِلَٰهِ ٱلنَّاسِ
"Tuhan yang berhak disembah oleh sekalian manusia,— Terjemahan Basmeih
Ayat ini menyebut salah satu sifat Allah: Ilah (Tuhan yang berhak disembah) bagi semua manusia. Ia menunjukkan bahwa Allah adalah satu-satunya yang layak menerima ibadah, dan semua manusia adalah hamba-Nya yang perlu berserah diri kepadanya.
Surah al-Nas adalah surah perlindungan (mu'awwidhatayn). Ayat 1-2 menyebut Rabb (Tuhan Pemelihara) dan Malik (Raja Pemilik), ayat 3 melengkapi dengan Ilah (Tuhan yang disembah). Ketiga sifat ini menunjukkan kesempurnaan Allah dan alasan kita memohon perlindungan daripadanya terhadap bisikan syaitan.
Menurut Ibn Kathir, ketiga ayat pertama surah al-Nas mengandungi tiga sifat Allah: Rububiyyah (Pemeliharaan), Mulk (Kerajaan), dan Ilahiyyah (Ketuhanan). Semua makhluk adalah ciptaan-Nya, milik-Nya, dan hamba-Nya. Allah memerintahkan orang yang memohon perlindungan untuk berlindung dengan Zat yang bersifat demikian daripada kejahatan bisikan syaitan yang tersembunyi (al-waswas al-khannās). Al-Jalalayn menjelaskan bahwa 'Ilah al-Nas adalah badal (pengganti), sifat, atau penjelasan tambahan untuk meningkatkan kejelasan makna.
Ketika kita mengucapkan 'Ilah al-Nas, kita diingatkan bahwa hanya Allah yang patut disembah dengan sepenuh hati. Dalam dunia penuh godaan dan penyimpangan, syaitan sentiasa berusaha mengalihkan hati manusia kepada penyembahan selain Allah—harta, pangkat, populariti, atau hawa nafsu. Ayat ini adalah peringatan bahwa keselamatan sejati hanya ada dalam menyembah Allah semata-mata, dan memohon perlindungan daripadanya adalah tanda kerendahan diri dan kesedaran akan kelemahan kita.
- Setiap kali membaca Surah al-Nas, renungkan makna 'Ilah al-Nas dan tegaskan dalam hati bahwa hanya Allah yang berhak disembah, bukan sesuatu yang lain.,- Amalkan doa perlindungan (Mu'awwidhatayn) setiap pagi dan petang dengan khusyuk, memohon kepada Allah melindungi hati daripada godaan syaitan.,- Periksa diri: adakah ada dalam hidup kita yang kita sembah selain Allah (harta, kedudukan, orang lain)? Kembalikan fokus ibadah kepada Allah semata-mata.
Masuk untuk tulis nota pada ayat ini.
📚Rujukan kitab tafsir (sumber)
Lihat teks asal (Arab)
سُورَةُ "النَّاسِ" مِثْلُ "الْفَلَقِ" لِأَنَّهَا إِحْدَى الْمُعَوِّذَتَيْنِ. وَرَوَى التِّرْمِذِيُّ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ: (لَقَدْ أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَيَّ آيَاتٍ لَمْ يُرَ مِثْلَهُنَّ: (قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ) إِلَى آخِرِ السُّورَةِ وَ (قُلْ أَعُوذِ بِرَبِّ الْفَلَقِ) إِلَى آخِرِ السورة) ". قال: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ. وَرَوَاهُ مُسْلِمٌ. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (١) مَلِكِ النَّاسِ (٢) إِلهِ النَّاسِ (٣) قَوْلُهُ تَعَالَى: قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ أَيْ مَالِكِهِمْ وَمُصْلِحِ أُمُورِهِمْ. وَإِنَّمَا ذَكَرَ أَنَّهُ رَبُّ النَّاسِ، وَإِنْ كَانَ رَبًّا لِجَمِيعِ الْخَلْقِ لِأَمْرَيْنِ: أَحَدُهُمَا: لِأَنَّ النَّاسَ مُعَظَّمُونَ، فَأَعْلَمَ بِذِكْرِهِمْ أَنَّهُ رَبٌّ لَهُمْ وَإِنْ عُظِّمُوا. الثَّانِي: لِأَنَّهُ أَمَرَ بِالِاسْتِعَاذَةِ مِنْ شَرِّهِمْ، فَأَعْلَمَ بِذِكْرِهِمْ أنه هو الذي يعيذ منهم. إنما قَالَ: مَلِكِ النَّاسِ إِلهِ النَّاسِ لِأَنَّ فِي النَّاسِ مُلُوكًا يَذْكُرُ أَنَّهُ مَلِكُهُمْ. وَفِي النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ غَيْرَهُ، فَذَكَرَ أَنَّهُ إِلَهُهُمْ وَمَعْبُودُهُمْ، وَأَنَّهُ الَّذِي يَجِبُ أَنْ يُسْتَعَاذَ بِهِ وَيُلْجَأَ إليه، دون الملوك والعظماء.