فَلَمَّا رَأَوْهُ زُلْفَةًۭ سِيٓـَٔتْ وُجُوهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَقِيلَ هَٰذَا ٱلَّذِى كُنتُم بِهِۦ تَدَّعُونَ
Kemudian apabila (datang kiamat dan) mereka melihat (azab) yang dijanjikan itu secara dekat, muramlah muka orang-orang yang kafir itu, serta dikatakan (kepada mereka): "Inilah dia yang dahulu kamu kerap kali minta disegerakan kedatangannya!".— Terjemahan Basmeih
Apabila orang-orang kafir melihat azab yang dijanjikan telah tiba dengan dekat, wajah mereka menjadi hitam kelam. Malaikat berkata kepada mereka: 'Inilah azab yang dahulu kamu pinta disegerakan, kamu mendustakan kedatangannya!'
Ayat ini melanjutkan tema hari Kiamat dalam Surah al-Mulk. Sebelumnya Allah menerangkan tentang tanda-tanda kekuasaan Allah di langit dan bumi; di sini ditunjukkan akibat bagi mereka yang mengingkari dan mendustakan janji Allah tentang hari Akhirat.
Al-Jalalayn: Azab ini dilihat mereka dengan dekat setelah dibangkitkan dari kubur. 'Siiʾat' bermaksud wajah mereka menjadi hitam (aswaddat). Malaikat penjaga (al-khazanah) berkata kepada mereka bahwa azab inilah yang mereka dahulu pinta disegerakan dengan mendustakan pengiriman rasul. Ini adalah hikayah hal yang dinyatakan dengan sighat al-madhi untuk menunjukkan kepastian terjadinya. Ibn Kathir: Ayat ini bagian dari konteks lebih luas tentang ketidakberdayaan orang kafir. Mereka menyembah selain Allah, mengharap pertolongan dan rezeki dari berhala-berhala itu, padahal tiada seorang pun yang dapat menolong atau memberi rezeki selain Allah. Mereka mengetahui ini namun tetap bersikap sombong, angkuh, dan menolak kebenaran.
Allah mengingatkan kita tentang realitas hari Kiamat yang pasti tiba. Orang-orang kafir dahulu mendustakan dan meminta azab disegerakan dengan ejekan—seolah-olah tidak percaya. Namun ketika benar-benar melihatnya, wajah mereka berubah hitam, penuh penyesalan. Ini adalah peringatan bagi kita: jangan bersikap sombong terhadap janji Allah, jangan menunda-nunda taubat dengan alasan 'masih ada waktu'. Setiap hari kita mendekat ke Hari Itu. Apakah kita sedang mempersiapkan diri atau malah mendustakan seperti mereka?
- Renungkan setiap pagi: 'Hari ini mungkin hari terakhirku'—ini akan mengubah prioritas hidup kita dari dunia semata ke akhirat.,- Jangan menunda taubat dan amalan baik dengan alasan 'nanti dulu'—setiap saat adalah kesempatan yang tidak tahu kapan berakhir.,- Ajarkan anak-anak tentang hari Kiamat bukan untuk menakutkan, tetapi untuk membangun kesadaran bahwa setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan.
Masuk untuk tulis nota pada ayat ini.
📚Rujukan kitab tafsir (sumber)
Lihat teks asal (Arab)
قَوْلُهُ تَعَالَى: ﴿فَلَمَّا رَأَوْهُ زُلْفَةً﴾ مَصْدَرٌ بِمَعْنَى مُزْدَلَفًا أَيْ قَرِيبًا، قَالَهُ مُجَاهِدٌ. الْحَسَنُ عِيَانًا. وَأَكْثَرُ الْمُفَسِّرِينَ عَلَى أَنَّ الْمَعْنَى: فَلَمَّا رَأَوْهُ يَعْنِي الْعَذَابَ، وَهُوَ عَذَابُ الْآخِرَةِ. وَقَالَ مُجَاهِدٌ: يَعْنِي عَذَابَ بَدْرٍ. وَقِيلَ: أَيْ رَأَوْا مَا وُعِدُوا مِنَ الْحَشْرِ قَرِيبًا مِنْهُمْ. وَدَلَّ عَلَيْهِ تُحْشَرُونَ. وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: لَمَّا رَأَوْا عَمَلَهُمُ السَّيِّئَ قَرِيبًا. (سِيئَتْ وُجُوهُ الَّذِينَ كَفَرُوا) أَيْ فُعِلَ بِهَا السُّوءُ. وَقَالَ الزَّجَّاجُ: تَبَيَّنَ فِيهَا السُّوءُ أَيْ سَاءَهُمْ ذَلِكَ الْعَذَابُ وَظَهَرَ عَلَى وُجُوهِهِمْ سِمَةٌ تَدُلُّ عَلَى كُفْرِهِمْ، كَقَوْلِهِ تَعَالَى: يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ [[راجع ج ٤ ص ١٦٦]] [آل عمران: ١٠٦]. وَقَرَأَ نَافِعٌ وَابْنُ مُحَيْصِنٍ وَابْنُ عَامِرٍ وَالْكِسَائِيُّ "سُئَتْ" بِإِشْمَامِ الضَّمِّ. وَكَسَرَ الْبَاقُونَ بِغَيْرِ إِشْمَامٍ طَلَبًا لِلْخِفَّةِ. وَمَنْ ضَمَّ لَاحَظَ الْأَصْلَ. (وَقِيلَ هذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تَدَّعُونَ) قَالَ الْفَرَّاءُ: تَدَّعُونَ تَفْتَعِلُونَ مِنَ الدُّعَاءِ وَهُوَ قَوْلُ أَكْثَرِ العلماء أي تتمنون وتسألون. وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: تَكْذِبُونَ، وَتَأْوِيلُهُ: هَذَا الَّذِي كُنْتُمْ مِنْ أَجْلِهِ تَدَّعُونَ الْأَبَاطِيلَ وَالْأَحَادِيثَ، قَالَهُ الزَّجَّاجُ. وَقِرَاءَةُ الْعَامَّةِ تَدَّعُونَ بِالتَّشْدِيدِ، وَتَأْوِيلُهُ مَا ذَكَرْنَاهُ. وَقَرَأَ قَتَادَةُ وَابْنُ أَبِي إِسْحَاقَ وَالضَّحَّاكُ وَيَعْقُوبُ "تَدْعُونَ" مُخَفَّفَةً. قَالَ قَتَادَةُ: هُوَ قَوْلُهُمْ رَبَّنا عَجِّلْ لَنا قِطَّنا [[راجع ج ١٥ ص (١٥٧)]] [ص: ١٦]. وَقَالَ الضَّحَّاكُ: هُوَ قَوْلُهُمْ اللَّهُمَّ إِنْ كانَ هَذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَأَمْطِرْ عَلَيْنا حِجارَةً مِنَ السَّماءِ [[راجع ج ٧ ص (٣٩٨)]] [الأنفال: ٣٢] الْآيَةَ. وَقَالَ أَبُو الْعَبَّاسِ: تَدَّعُونَ تَسْتَعْجِلُونَ، يُقَالُ: دَعَوْتُ بِكَذَا إِذَا طَلَبْتُهُ، وَادَّعَيْتُ افْتَعَلْتُ مِنْهُ. النَّحَّاسُ: تَدَّعُونَ وَتَدْعُونَ "بِمَعْنًى وَاحِدٍ، كَمَا يُقَالُ: قدر واقتدر، وعدي واعتدى، إلا أن في" أفتعل "معنى شي بعد شي، و" فعل" يقع على القليل والكثير.