قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِنْ أَهْلَكَنِىَ ٱللَّهُ وَمَن مَّعِىَ أَوْ رَحِمَنَا فَمَن يُجِيرُ ٱلْكَٰفِرِينَ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍۢ
Tanyalah (wahai Muhammad, kepada mereka): "Bagaimana fikiran kamu, jika Allah binasakan daku dan orang-orang yang bersama-sama denganku (sebagaimana yang kamu harap-harapkan), atau Ia memberi rahmat kepada kami (sehingga kami dapat mengalahkan kamu), - maka siapakah yang dapat melindungi orang-orang yang kafir dari azab seksa yang tidak terperi sakitnya?".— Terjemahan Basmeih
Allah menyuruh Nabi Muhammad bertanya kepada kaum kafir Mekah: 'Bagaimana jika Allah membinasakan aku dan orang-orang beriman bersama-ku, atau memberi rahmat kepada kami — siapa yang dapat menyelamatkan kamu dari azab Allah yang pedih?' Ayat ini menunjukkan bahwa tidak ada penyelamat bagi mereka melainkan Allah sendiri.
Ayat ini adalah bagian dari seruan Nabi kepada kaum kafir untuk merenungkan kekuasaan Allah. Sebelumnya (ayat 27) disebutkan tentang pengetahuan Allah yang menyeluruh, dan ayat ini mengingatkan bahwa hanya Allah yang berkuasa menyelamatkan atau mengazab. Selepasnya (ayat 29) dilanjutkan dengan pertanyaan tentang air yang menghilang, menunjukkan ketergantungan mutlak kepada Allah.
Al-Jalalayn menerangkan: ayat ini adalah ancaman kepada kaum kafir — baik jika Allah membinasakan Nabi dan orang-orang beriman, atau memberi rahmat kepada mereka, tidak ada jalan penyelamatan bagi kaum kafir dari azab Allah yang pedih. Ibn Kathir menambahkan: Nabi menyuruh mereka menyelamatkan diri sendiri, kerana tiada penyelamat dari Allah melainkan dengan taubat dan kembali kepada agamanya. Baik Allah mengazab atau memberi rahmat, mereka tidak akan terlepas dari azab Allah yang menyakitkan. Ini adalah seruan untuk bertauhid dan bertawakal kepada Allah semata-mata.
Allah mengajar kita bahawa dalam segala keadaan — susah atau senang, hidup atau mati — tiada yang berkuasa melainkan Dia. Kaum kafir berharap Nabi dan pengikutnya ditimpa bencana, tetapi Allah mengingatkan mereka: nasib kalian tidak bergantung pada apa yang kalian harapkan, melainkan pada keputusan Allah. Ini adalah peringatan untuk kita semua agar tidak bergantung pada selain Allah, dan untuk memohon perlindungan-Nya dari azab dengan taubat dan ketaatan.
- Renungkan setiap pagi: tiada yang berkuasa melainkan Allah — gunakan kesedaran ini untuk melepaskan ketakutan kepada makhluk dan orang lain.,- Apabila menghadapi musibah atau harapan yang tidak terpenuhi, ingat bahwa semua adalah dari Allah; bertaubat dan kembali kepada-Nya dengan ikhlas.,- Ajarkan anak-anak bahawa hanya Allah yang menyelamatkan dan mengazab, bukan manusia — tanamkan tauhid sejak dini melalui cerita dan teladan.
Masuk untuk tulis nota pada ayat ini.
📚Rujukan kitab tafsir (sumber)
Lihat teks asal (Arab)
قَوْلُهُ تَعَالَى: قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَهْلَكَنِيَ اللَّهُ أَيْ [[كلمة "أي" ساقطة من ح، س.]] قُلْ لَهُمْ يَا مُحَمَّدُ- يُرِيدُ مُشْرِكِي مَكَّةَ، وَكَانُوا يَتَمَنَّوْنَ مَوْتَ مُحَمَّدٍ ﷺ، كَمَا قَالَ تَعَالَى: أَمْ يَقُولُونَ شاعِرٌ نَتَرَبَّصُ بِهِ رَيْبَ الْمَنُونِ [[راجع ج ١٧ ص ٧١]] [الطور: ٣٠]- أَرَأَيْتُمْ إِنْ مِتْنَا أَوْ رُحِمْنَا فَأُخِّرَتْ آجَالُنَا فَمَنْ يُجِيرُكُمْ مِنْ عَذَابِ اللَّهِ، فَلَا حَاجَةَ بِكُمْ إِلَى التَّرَبُّصِ بِنَا وَلَا إِلَى اسْتِعْجَالِ قِيَامِ السَّاعَةِ. وَأَسْكَنَ الْيَاءَ فِي (أَهْلَكَنِي) ابْنُ مُحَيْصِنٍ وَالْمُسَيَّبِيُّ وَشَيْبَةُ وَالْأَعْمَشُ وَحَمْزَةُ. وَفَتَحَهَا الْبَاقُونَ. وَكُلُّهُمْ فَتَحَ الْيَاءَ فِي وَمَنْ مَعِيَ إِلَّا أَهْلَ الْكُوفَةِ فَإِنَّهُمْ سَكَّنُوهَا. وَفَتَحَهَا حَفْصٌ كَالْجَمَاعَةِ.