قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ مَآؤُكُمْ غَوْرًۭا فَمَن يَأْتِيكُم بِمَآءٍۢ مَّعِينٍۭ
Katakanlah lagi: "Bagaimana fikiran kamu, sekiranya air kamu hilang lenyap (di telan bumi), maka siapakah (selain Allah) yang dapat mendatangkan kepada kamu air yang sentiasa terpancar mengalir?".— Terjemahan Basmeih
Allah menyuruh Nabi Muhammad mengajukan pertanyaan kepada kaum musyrikin: bagaimana jika air kamu hilang tenggelam ke dalam bumi? Siapakah yang mampu mendatangkan air yang mengalir dan dapat diambil? Ini adalah bukti kekuasaan Allah dan ketiadaan kuasa selain-Nya.
Ayat ini menutup rangkaian argumentasi tentang ketauhidan dan kekuasaan Allah. Sebelumnya Allah menyebut tentang langit, bintang, dan kehidupan; di sini Allah menunjukkan nikmat air yang sangat asasi untuk kehidupan manusia, sebagai bukti bahwa hanya Allah yang berkuasa.
Al-Jalalayn: 'Ghauran' bermaksud air yang hilang/tenggelam dalam bumi. 'Ma'in' ialah air yang mengalir dan dapat dijangkau oleh tangan dan timba—seperti air kamu sekarang. Tiada sesiapa yang dapat mendatangkannya melainkan Allah Ta'ala. Ini adalah pertanyaan retorik untuk menunjukkan bahwa hanya Allah yang berkuasa, lantas bagaimana kamu ingkar akan kebangkitan? Ibn Kathir menambah: 'Ghauran' bermaksud air yang hilang ke dalam bumi ke arah bawah, tidak dapat dicapai dengan kapak tajam atau tangan yang kuat. 'Ma'in' adalah air yang memancar, mengalir, dan mengalun di permukaan bumi. Hanya Allah yang mampu berbuat demikian, dan dari karamah-Nya Dia telah memancarkan air dan mengalirkannya di seluruh penjuru bumi mengikut keperluan hamba-hamba-Nya.
Renungan: Air adalah nikmat yang kita ambil mudah setiap hari—dari paip, telaga, atau sungai. Tetapi ayat ini membuka mata kita: jika Allah ambil nikmat ini, siapa yang dapat mengembalikannya? Ini bukan sekadar soal fizikal; ia adalah pengingat bahwa SEMUA yang kita miliki adalah dari Allah semata. Ketika kita lupa ini, kita menjadi sombong dan ingkar. Sebaliknya, kesedaran ini membawa kita kepada syukur, tawakkal, dan kerendahan hati di hadapan Allah.
- Setiap kali minum air, henti sebentar dan ucapkan syukur kepada Allah, ingat bahwa ini adalah nikmat yang tidak semua orang miliki.,- Jangan sia-siakan air dalam kehidupan seharian (wudhu, mandi, cuci); ingat bahwa air adalah amanah dari Allah dan kita akan diminta pertanggungjawaban.,- Ajarkan anak-anak tentang nikmat air dan pentingnya berhemat; tanamkan dalam hati mereka bahwa hanya Allah yang berkuasa memberikan dan mengambil.
Masuk untuk tulis nota pada ayat ini.
📚Rujukan kitab tafsir (sumber)
Lihat teks asal (Arab)
قَوْلُهُ تَعَالَى: ﴿قُلْ أَرَأَيْتُمْ﴾ يَا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ (إِنْ أَصْبَحَ ماؤُكُمْ غَوْراً) أَيْ غَائِرًا ذَاهِبًا فِي الْأَرْضِ لَا تَنَالُهُ الدِّلَاءُ. وَكَانَ مَاؤُهُمْ مِنْ بِئْرَيْنِ: بِئْرِ زَمْزَمَ وَبِئْرِ مَيْمُونٍ. (فَمَنْ يَأْتِيكُمْ بِماءٍ مَعِينٍ) أَيْ جَارٍ، قَالَهُ قَتَادَةُ وَالضَّحَّاكُ. فَلَا بُدَّ لَهُمْ مِنْ أَنْ يَقُولُوا لَا يَأْتِينَا بِهِ إِلَّا اللَّهُ، فَقُلْ لَهُمْ لِمَ تُشْرِكُونَ بِهِ مَنْ لَا يَقْدِرُ عَلَى أَنْ يَأْتِيَكُمْ. يُقَالُ: غَارَ الْمَاءُ يَغُورُ غَوْرًا، أَيْ نَضَبَ. وَالْغَوْرُ: الْغَائِرُ، وُصِفَ بِالْمَصْدَرِ لِلْمُبَالَغَةِ، كَمَا تَقُولُ: رَجُلٌ عَدْلٌ وَرِضًا. وَقَدْ مَضَى فِي سُورَةِ "الْكَهْفِ" [[راجع ج ١٠ ص (٤٠٩)]] وَمَضَى الْقَوْلُ فِي الْمَعْنَى فِي سُورَةِ "الْمُؤْمِنُونَ" [[راجع ج ٢ ص (١١٢)]] وَالْحَمْدُ لِلَّهِ. وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ: بِماءٍ مَعِينٍ أَيْ ظَاهِرٍ تَرَاهُ الْعُيُونُ، فَهُوَ مَفْعُولٌ. وَقِيلَ: هُوَ مِنْ مَعَنَ الْمَاءَ أَيْ كَثُرَ، فَهُوَ عَلَى هَذَا فَعِيلٌ. وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَيْضًا: أَنَّ الْمَعْنَى فَمَنْ يَأْتِيكُمْ بِمَاءٍ عَذْبٍ. وَاللَّهُ أَعْلَمُ [[في هـ: ختمت السورة والحمد الله رب العالمين.]].